Minggu, 03 April 2011

Teori Pragmatis

}Pernyataan dipercayai benar karena pernyataan tersebut mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan praktis
}Suatu pernyataan atau suatu kesimpulan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai sifat pragmatis dalam kehidupan sehari-hari Whitney (1960)
Oleh karena itu kebenaran bersifat praktis, maka tiada kebenaran yang bersifat :
•mutlak,
•yang berlaku umum,
•yang bersifat tetap
•Yang berdiri sendiri lepas dari akal dan pengalaman yang mengena
Jadi kebenaran itu ada, manakala dapat dimanfaatkan
Contoh
}Uang menjadi faktor motivasi manusia dalam bekerja

}Berdoa dapat mendukung usaha manusia memperoleh apa yang diinginkannya

Teori Korespondesi

}Suatu  pernyataan dianggap benar, jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan (korespondensi) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
}Sifat koresponden yang diprakarsai oleh para rasionalis Leibniz, Hegel, spinoza dan Betrand Russel
CONTOH
}Pernyataan bahwa lingkungan kumuh adalah problem masyarakat miskin di perkotaaan adalah benar
}Karena pernyataan tersebut mempunyai korespondensi dengan lokasi/fakta bahwa memang suasana kumuh yang ditempati kaum marginal (miskin) lebih banyak berada di perkotaan

TEORI KOHERN

}Teori ini termasuk tradisional /paling tua (Aristoteles)
}Pendapat Katsotsoff (1986) : kebenaran atau keadaan benar berupa kesesuaian antara makna yang dimaksud dengan pernyataan dengan apa yang sesungguhnya (fakta)
}Jadi segala sesuatu yang kita ketahui adalah sesuatu yang dapat dikembalikan pada  kenyataan yang dikenal sebagai subyek.
}Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut “koheren“ atau “konsisten “ dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar
}Misalnya : si Fulan akan mati dapat dipercaya , karena pernyataan tersebut koheren dengan pernyataan sebelumnya bahwa semua orang akan mati.
CONTOH KOHEREN
}Pembangunan akan gagal tanpa peran pemerintah dan partisipasi masyarakat
}Dasar pemikirannya karena pemerintah dan masyarakat merupakann dua pilar utama pembangunan





DASAR-DASAR PENGETAHUAN

Ciri-ciri Penalaran :
Penalaran : merupakan suatu proses yg membuahkan pengetahuan
1. LOGIKA : Kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau menurut logika tertentu
2. Sifat ANALITIK :  kegiatan berpikir berdasarkan suatu analisis dan kerangka berpikir dengan  langkah-langkah tertentu
Catatan :
Tidak semua kegiatan berpikir mendasarkan pada  penalaran tapi berdasarkan perasaan dan intuisi


Sumber Pengetahuan
De omnibus dubitandum “ segala sesuatu harus diragukan (Rene Descartes)


Hamlet si Peragu berseru kepada Ophelia

◦Ragukan bahwa bintang-bintang  itu api
◦Ragukan bahwa matahari itu bergerak
◦Ragukan bahwa kebenaran itu dusta
◦Tapi jangan ragukan cintaku
◦(William Shakespeare)



Perbedaan Ilmu, Filsafat dan Agama

ILMU :
Adalah pengetahuan yang memenuhi syarat tertentu
Syarat :
1.Ontologis          : ada objek tertentu
2. Epistemologis  : metode tertentu
3. Aksiologis        : bermanfaat secara universal
4. Sitem                : runut dari yg mudah ke sulit
5.Logis                 : dapat diterima akal
Tujuan : mencarui kebenaran

Metode   : eksperimen (ilmu adalah hasil dari eksperimen)
Sifat Kebenaran :
Relatif  : artinya bisa benar bisa salah
Positif   : benar selama belum ada yang baru
FILSAFAT

Berfikir dengan syarat tertentu
Syarat :
Serius
Sadar
Radikal (mendasar)
Menyeluruh (wholism)
Sistematis

Tujuan   : mencari kebenaran
Metode  : kontemplasi (perenungan)
Sifat Kebenaran :
Relatif
Positif
Spekulatif
AGAMA

Syarat :
Ada yang disembah
Ada Kitab Suci
Ada Rosul
Ada Pengikut
Tujuan : Pemberitahuan akan kebenaran
Metode : Proses keimanan dg rasio dan rasa
Sifat Kebenaran :
  adalah mutlak (absolut)
Filsafat Ilmu
Merupakan bagian dari filsafat yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah).
Hakikat Ilmu :
Ontologis : objek apa yang ditelaah ilmu
Epistemologis : bagaimana proses
Aksiologis : untuk apa ilmu pengetahuan ini digunakan