Selasa, 17 Mei 2011

MAKALAH MANAJEMEN PERKANTORAN

Pengertian Manajer
            Dalam pengertian manajemen dapat dideskripsikan sebagai seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Berdasarkan definisi tersebut berarti “Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana, pengorganisasi, pengarah, pemotivasi, serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.” (Siswanto, 2005:13)
2.2.2    Peran Manajer
            Pada akhir tahun 1960-an, Henry Mintzberg melakukan penelitian seksama terhadap lima orang eksekutif untuk menentukan tugas mereka. Berdasarkan observasinya, Mintzberg menyimpulkan bahwa manajer melakukan sepuluh peran atau rangkaian perilaku yang berbeda dan saling berkaitan erat.         Stephen P. Robbins dalam bukunya “Perilaku Organisasi” menjelaskan bahwa kesepuluh peran ini bisa dikelompokkan sebagai berikut :
            “1.     Peran Antarpersonal
                     Semua manajer diharuskan melakukan tugas-tugas terkait seremonial dan bersifat simbolis. Sebagai contoh, ketika rektor perguruan tinggi memberikan ijazah sarjana pada acara wisuda, ia berperan sebagai tokoh utama (figurehead). Semua manajer memiliki peran kepemimpinan.
            2.       Peran Informasional
                     Semua manajer, sampai pada tingkat tertentu, mengumpulkan informasi dari organisasi-organisasi dan institusi luar. Biasanya mereka mendapatkan informasi dengan membaca majalah dan berkomunikasi dengan individu lain untuk mempelajari perubahan selera masyarakat, apa yang mungkin direncanakan oleh para pesaing dan semacamnya. Mintzberg menyebut hal ini sebagai pemantau.


            3.       Peran Pengambilan Keputusan
                     Dalam peran ini, manajer harus bertindak dalam empat peran yang bertalian dengan pengambilan keputusan yang dapat diambil oleh manajer. Peran manajer yang dimaksud adalah peran wirausaha, peran pereda gangguan, peran pengalokasian sumber daya, dan peran prundingan.” (Robbins, 2008:7-8)

2.2.3    Keterampilan Manajer
            2.2.3.1   Keterampilan Teknis (technical skill)
                          Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1980:67) yang dikutip oleh Siswanto yaitu :
                                    “Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan,      metode, prosedur, teknik, dan akal yang diperlukan     untuk   melaksanakan tugas spesifik yang diperoleh lewat     pengalaman, pendidikan, dan pelatihan. Manajer          membutuhkan keterampilan teknis yang cukup untuk           menjalankan alat (mekanik) dari suatu pekerjaan tertentu      yang menjadi tanggung jawabnya.” (Siswanto, 2005:20)

            2.2.3.2   Keterampilan Manusiawi (human skill)
                          Stephen P. Robbins menjelaskan bahwa keterampilan manusiawi yaitu :
                                    “Kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi individu lain, baik secara individual maupun dalam kelompok, mendefinisikan keahlian personal (human skill). Banyak individu cakap secara teknis, tetapi tidak cakap secara antarpersonal. Mereka mungkin merupakan pendengar yang buruk, tidak mampu memahami kebutuhan individu lain, atau mempunyai kesulitan dalam menangani konflik. Karena manajer menyelesaikan segala urusan melalui individu lain, mereka harus memiliki keahlian personal yang baik untuk berkomunikasi, memotivasi, dan mendelegasikan. (Robbins, 2008:9)

            2.2.3.3   Keterampilan Konseptual (conseptual skill)
                                    “Yaitu kemampuan memahami kompleksitas keseluruhan organisasi tempat seseorang beradaptasi dalam operasi. Pengetahuan tersebut membenarkan seseorang untuk bertindak sesuai dengan tujuan organisasi, daripada hanya dijadikan dasar tujuan umum dan kebutuhan kelompok yang mendesak. Manajer memerlukan keterampilan konseptual yang cukup untuk mengenali bagaimana berbagai macam faktor pada suatu kondisi tertentuberkaitan satu sama lain. Dengan demikian, tindakan yang diambilnya akan ditujukan untuk kepentingan organisasi secara keseluruhan.” (Siswanto, 2005:20)

2.2.4    Macam-macam Manajer
            Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat atau level manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :
1. Manajer Puncak / Top Manager
            Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah.
2. Manajer Menegah / Middle Manager
            Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama. Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil oleh manajer tingkat atas atau puncak.
3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager
            Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak dan menengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut serta dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.
2.2.5    Aktivitas Manajerial
            Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Luthan bahwa para manajer terlibat dalam empat aktivitas manajerial :
1.      Manajemen tradisional. Membuat keputusan, merencanakan, dan mengendalikan
2.      Komunikasi. Bertukar informasi dan memproses pekerjaan tulis-menulis.
3.      Manajemen sumber daya manusia. Memotivasi, mendisiplinkan, menangani konflik, menyusun kepegawaian, dan melatih.
4.      Pembangunan jaringan. Bersosialiasi, terllibat dalam aktivitas politik, dan berinteraksi dengan individu-individu luar

2.3       Efektivitas
2.3.1    Pengertian Efektivitas
            Menurut The Liang Gie dikutip oleh Mangkunegara (2005:29) :
“Efektivitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya sesuatu efek atau akibat yang dikehendaki kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendakinya maka orang itu dikatakan efektif kalau menimbulkan akibat atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki.”

Selanjutnya menurut (H.Emerson, 1983:16), “efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah dicapai sesuai dalam rencana pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya adalah efektivitas.”
2.3.2    Efektivitas Kerja
Sondang P. Siagian (1982:171) mengungkapkan :
“apabila seseorang berbicara tentang efektivitas sebagai orientasi kerja berarti apa yang menjadi sasaran yang telah ditentukan dapat dicapai tepat pada waktunya yang sudah dialokasikan untuk berbagai kegiatan. Artinya jumlah dan jenis sumber-sumber itulah maka hasil-hasil tertentu harus dicapai dalam waktu yang telah ditetapkan.

Jadi efektivitas kerja pada dasarnya adalah ketepatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugas-tugas menurut waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian ukuran efektivitas dalam suatu organisasi bukan ukuran kuantitaf.
            2.3.2.1
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja
                        Ada empat faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja, seperti       yang dikemukakan oleh Richard M. Steers (1980:9), yaitu:
1. Karakteristik Organisasi
Karakteristik organisasi terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi yang dapat mempengaruhi segi-segi tertentu dari efektivitas dengan berbagai cara. Yang dimaksud struktur adalah hubungan yang relatif tepat sifatnya, seperti dijumpai dalam organisasi, sehubungan dengan susunan sumber daya manusia struktur meliputi bagaimana cara organisasi menyusun orang-orangnya dalam menyelesaikan pekerjaan, sedangkan yang dimaksud tehnologi adalah mekanisme suatu organisasi umtuk mengubah masukan mentah menjadi keluaran.
2. Karakteristik Lingkungan
Lingkungan luar dan lingkungan dalam juga telah dinyatakan berpengaruh atas efektivitas, keberhasilan hubungan organisasi lingkungan tampaknya amat tergantung pada tingkat variabel kunci yaitu tingkat keterdugaan keadaan lingkungan, ketepatan persepsi atas keadaan lingkungan,tingkat rasionalisme organisasi. Ketiga faktor ini mempengaruhi ketepatan tanggapan organisasi terhadap perubahan lingkungan.


3. Karakteristik Pekerja
Pada kenyataannya para anggota organisasi merupakan faktor pengaruh yang paling penting karena perilaku merekalah yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau merintangi tercapainya tujuan organisasi. Pekerja merupakan sumber daya yang langsung berhubungan dengan pengelolaan semua sumber daya yang ada di dalam organisasi, oleh sebab itu perilaku pekerja sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Pekerja merupakan modal utama di dalam organisasi yang akan berpengaruh besar terhadap efektivitas, karena walaupun tehnologi yang digunakan merupakan tehnologi yang canggih dan didukung oleh adanya struktur yang baik, namun tanpa adanya pekerja maka semua itu tidak ada gunanya.
4. Karakteristik Kebijaksanaan dan Praktek Manajemen
Dengan makin rumitnya proses teknologi dan perkembangannya lingkungan maka peranan manajemen dalam mengkoordinasi orang dan proses demi keberhasilan organisasi semakin sulit.

            2.3.2.2 Alat Ukur Efektivitas Kerja
                                    Untuk mengukur efektivitas kerja dapat dilihat melalui beberapa indikator yang dikemukakan oleh Sondang P. Siagian, yaitu :
1.      Ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan
2.      Adanya inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan
3.      Usaha untuk menuntaskan pekerjaan
4.      Tingkat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh gaya Kepemimpinan Manajer terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujungberung Bandung, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Tipe Gaya Kepemimpinan Manajer Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan Manajer Pada Bagian Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, diketahui bahwa adalah Demokratis.
2. Efektivitas Kerja Pegawai pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, diuji melalui 4 (empat) dimensi yaitu ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan, adanya inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan, usaha untuk menuntaskan pekerjaan, tingkat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dapat diketahui bahwa yang diperoleh berdasarkan hasil angket, berada pada kategori “Baik”.
3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Manajer Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung. Dari hasil jawaban angket yang disebar mengenai  Pengaruh Gaya Kepemimpinan Manajer Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, dapat diketahui dengan gaya kepemimpinan manajer yang Demokratis dapat mempengaruhi efektivitas kerja para pegawai. Artinya dengan gaya kepemimpinan demokratis yang telah dijalankan dapat menunjukan hasil yang optimal dalam mempengaruhi efektivitas kerja pegawai.

Andri Fachrudin                                 170111100045
1. Iqbal Rudiansyah                            170111100003
2. Ghandi                                            170111100004
3. Atu Uswatun hasanah                     170111100015
4. Lola Novita                                     170111100016
5. Fajar Fidyawan                               170111100046
6. Imam Farizal Faturohman               170111100047

MAKALAH KOMUNIKASI ADMINISTRASI

Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Menurut beberapa ahli komunikasi adalah :
1.    Komunikasi menurut Roben adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
2.    Komunikasi menurut Davis adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
3.    Komunikasi menurut Schram adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
4.    Komunikasi  menurut Modul PRT adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

2.2       Tujuan Komunikasi
Menurut Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1.   Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.   Mempengaruhi perilaku seseorang
3.   Mengungkapkan perasaan
4.   Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.   Berhubungan dengan orang lain
6.   Menyelesaian sebuah masalah
7.   Mencapai sebuah tujuan
8.   Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.   Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain

2.3       Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah Pengiriman pesan, penerima pesan dan pesan.
1. Pengertian Pengirim pesan
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
2. Pengertian Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim

3. Pengertian Pesan

Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

2.4       Dasar Komunikasi

Komunikasi mempunyai  dasar sebagai berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, Libat.

1. Niat menyangkut :
a. Apa yang akan disampaikan
b. Siapa sasarannya
c. Apa yang akan dicapai
d. Kapan akan disampaikan
2. Minat, ada dua faktor yang mempengaruhi yaitu:
a. Faktor obyektif   : merupakan rangsang yang kita terima
b. Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima   stimulus
3. Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan  pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
4. Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
5. Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

2.5       Pengertian Komunikasi Satu Arah
Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A  ------------------® B                                                                                                                                                          
Komunikasi sebagai tindakan satu arah adalah suatu perspektif atau pemahaman populer mengenai komunikasi manusia adalah suatu komunikasi yang mengisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang


Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah adalah Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya. Komunikasi satu arah bisa dikatakan sebagai komunikasi yang tidak member kesempatan kepada pendengar untuk memberikan tanggapan atau sanggahan.
Komunikasi satu arah banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi satu arah condong lebih banyak di pakai dalam dunia militer ini dikarenakan dalam dunia militer menggunakan sistem komando, dimana perintah dari atasan harus dilaksanakan oleh bawahan tanpa ada pertanyaan atau timbal balik.
Dalam komunikasi satu arah banyak memiliki kekurangan, ini dikarenakan tidak adanya untuk umpan balik yang dilakukan setelah pemberian informasi tersebut, dimana ini bisa mengakibatkan dampak negatif dari penggunaan komunikasi satu arah ini.

3.2       Contoh-contoh Komunikasi Satu Arah
Dalam komunikasi satu arah banyak contoh yang dapat kita ambil yaitu :
1. Dalam Militer
Dalam dunia militer kita dapat ketahui bahwa militer menganut sistem komando, dimana para prajurit harus menuruti apa yang di inginkan atasannya, dan tanpa adanya sanggahan. Di militer komunikator lebih tepat diberikan kepada atasan, sedangkan komunikan disini adalah bawahan dari atasan tersebut, karena di militer mempunyai dasar loyalitas (kesetiaan/kemauan pada suatu pekerjaan tersebut)
2. Dalam Organisasi Privat
Dalam organisasi privat yaitu perusahaan memiliki komunikasi satu arah, misalnya dalam hal penyampaian pidato dari manajer kepada bawahan. Pemberian tugas dari atasan kepada bawahan.
3. Dalam Organisasi Publik
Dalam organisasi publik yaitu pemerintahan kita dapat melihat contoh komunikasi satu arah. Contohnya adalah :
a. web site sebagai media publikasi dari suatu pemerintahan. Dimana komunikasi satu arah terjadi dalam hal pemerintahan di website tersebut hanya memberitakan informasi saja dari pemerintahan kepada masyarakat.
b. pidato apel pagi setiap hari senin yang dilakukan oleh pemimpin pemerintahan, dimana pemimpin hanya menyampaikan informasi tanpa adanya sanggahan oleh para pegawai.
4. Dalam Media Komunikasi
a. Siaran Radio è Radio disini dimaksudkan kepada radio penyiaran, yaitu sebagai radio komunikasi dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka.
b. Televisi è Televisi merupakan media komunikasi satu arah jika menayangkan berita atau informasi siaran yang disertai gambar.
c. Surat Kabar è Surat kabar merupakan media komunikasi satu arah, dimana surat kabar hanya menyampaikan informasi-informasi melalui tulisan-tulisan yang dicetak dalam kertas.


3.3       Kekurangan dan Kelebihan Komunikasi Satu Arah
Ada beberapa kekurangan yang terjadi dalam komunikasi satu arah yaitu :
a. Tidak ada interaksi antara komunikan dengan komunikator
b. Tidak ada timbal balik dari komunikator
c. Komunikasi tidak efektif
d. Komunikan hanya sebagai informan saja bagi komunikator
e. Media komunikasi terbatas
f. Pesan yang di sampaikan kadang tidak jelas bagi penerima pesan
Ada beberapa kelebihan yang terjadi dalam komunikasi satu arah, yaitu :
a. Mengefektifkan penggunaan waktu
b. Dalam dunia militer komunikasi sangat di perlukan terutama dalam keadaan darurat atau dalam perperangan.

3.4       Hambatan-hambatan Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a.    Komunikan hanya sebagai informan saja bagi komunikator
b.    media komunikasi terbatas
c.    pesan yang di sampaikan kadang tidak jelas bagi penerima pesan

3.5       Solusi Untuk Mengatasi Hambatan Yang Terjadi Dalam Komunikasi Satu Arah
a.    media komunikasi hendaknya lebih banyak dan bervariatif
b.    pesan yang disampaikan dan gesture  harus jelas


1. Lukman Hakim                               170111100043
2. Casmirah                                         170111100044
3. Andri Fachrudin                             170111100045
2. Fajar Fidyawan                               170111100046
3. Imam Farizal Faturohman               170111100047
6. Dani Darusman                               170111100048 

MAKALAH ORGANISASI MANAJEMEN

Pengertian Kepemimpinan
            Kepemimpinan merupakan sebuah fenomena universal. Siapa pun menjalankan tugas-tugas kepemimpinan, manakala dalam tugas itu seorang pemimpin berinteraksi dengan orang lain. Bahkan dalam kapasitas pribadi pun, di dalam tubuh manusia itu ada kapasitas atau potensi pengendali, yang pada intinya memfasilitasi seseorang untuk dapat memimpin dirinya sendiri.
            Banyak batasan yang diberikan untuk kepemimpinan dan pada umumnya batasan tersebut bermuara pada arti kepemimpinan sebagai aktivitas mempengaruhi perilaku orang lain, baik secara individu maupun kelompoknya agar melakukan aktivitas dalam usaha mencapai tujuan dalam situasi tertentu.
            Koontz dan Donnell, 1989 yang dikutip oleh Silalahi (2005:184) mengungkapkan “Kepemimpinan sebagai influence, the art if process of influensing people so that they will strive willingly and anthusiastically toward the achievment of group goal”. Dari definisi tersebut dapat diidentifikasi faktor-faktor atau elemen dalam berlangsungnya proses kepemimpinan. Pertama, ada seseorang yang melakukan aktivitas mempengaruhi yang disebut pemimpin (leader). Kedua, ada seeorang atau kelompok orang yang dipengaruhi untuk melakukan aktivitas, yang disebut pengikut (follower). Ketiga, aktivitas mempenyaruhi berlangsung dalam situasi tertentu.
            Brown dalam Handayaningrat (1990:61) juga mengatakan :
            “Kepemimpinan hanyalah mempunyai arti apabila kita menempatkan (mengkhususkan) artian itu untuk maksud dan dalam situasi apakah yang dapat diharapkan dari kepemimpinannya itu. Artinya dalam suatu situasi dan dalam suatu masyarakat apakah yang dapat diharapkan dari pemimpin itu (The world make sense only when we specify to what end in what circumstances the leader will be expented to act)”.

2.1.2    Teori-teori Kepemimpinan
            Dari sejumlah literatur tentang kepemimpinan, ada sejumlah teori kepemimpinan, diantaranya :
            Teori Kepemimpinan menurut Silalahi (2005:191-198), terdiri dari :
1.      Teori Sifat
Pada mulanya orang mengakui bahwa pemimpin dilahirkan bukan dibuat. Dalam hal ini pemimpin berasal dari kelas atau keluarga yang sama dan diwarisi. Akan tetapi ketika satu dinasti yang berkuasa jatuh dan diganti oleh orang dari kelas yang berbeda, orang disadarkan, bahwa pemimpin dapat berasal dari semua tingkatan sosial, bukan karena keturunan.
2.      Teori perilaku
Meskipun ditemukan sifat-sifat yang khas yang dapat digunakan untk membedakan pemimpin yang sukses dan tidak sukses, tetapi banyak hasil riset yang bertentangan. Alasan, Pertama heterogenitas sifat-sifat unggul menambah kebingungan untuk memahaminya. Kedua, nilai tes mengenai diri pemimpin tidak selalu dapat meramalkan pemimpim yang efektif, sebab sifat-sifat itu mempengaruhi pengikut melalui beberapa gabungan. Ketiga, pemimpin yang efektif bergantung pada pola perilakku yang ditampilkan dan situasi.
Hanya dalam perilaku orientasi hubungan, setiap pimpinan menerapkan derajat yang berbeda sehingga tipologi gaya kepemimpinan dapat diklafikasi atas :


1.      Gaya Kepemimpinan Otokratik, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia rendah.
2.      Gaya Kepemimpinan Direktif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia sedang.
3.      Gaya Kepemimpinan Konsultatif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia cukup tinggi.
4.      Gaya Kepemimpinan Demokratik atau Partisipatif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia tinggi.

3.      Teori Kontingensi dan Situasional
Kepemimpinan merupakan produk dari berbagai macam kegiatan, kekuatan, dan interaksi pada saat yang bersamaan. Keberhasilan kepemimpinan akan ditentukan oleh faktor-faktor antara lain : 1) Pemimpin, 2) Pengikkut dan 3) Situasi dan 4) Organisasi.

2.1.3    Otoritas Pemimpin
            Dalam organisasi, kemampuan untuk mempengaruhi, mendesak, dan memotivasi atau mendorong pengikutnya, di samping tempat, penentuan waktu, penggunaan informasi, dan efisiensi, didasarkan juga pada kekuasaan sebagai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengaruh. Tipologi yang dikembangkan French dan Raven dikuktip oleh Silalahi (2005:186) adalah sebagai berikut :
1.      Coercive power (kekuatan atau kekuasaan memaksa) kekuasaan yang didasarkan atas rasa takut.
2.      Reward power (kekuatan atau kekuasaan berdasarkan imbalan) atau penghargaan kekuasaan didasarkan atas harapan, menerima pujian, penghargaan atau pendapatan bagi terpenuhinya permintaan seorang pemimpin.
3.      Legitimate power (kekuasaan yang absah) kekuasaan yang diperoleh dari posisi/jabatan/kedudukan dalam hirarki keorganisasian.
4.      Export power (kekuasaan berdasarkan keahlian) kekuasaan yang didasarkan atas keterampilan khusus, keahlian, pengetahuan, tentang bidang tertentu.
5.      Referent power (kekuasaan berdasarkan daya tarik atau penunjukan) kekuasaan oleh karena memiliki ciri khas yang patut dikagumi.

            Silalahi (2005:187) menjelaskan otoritas posisi seorang pemimpin juga dapat didasarkan pada sumber kekuasaan yang dapat diidentifikasi dalam dimensi :
1.      Legal power (kekuasaan legal). Dalam dimensi ini kekuasaan didasarkan pada otoritas rasional legal yang diperoleh karena ia menduduki suatu posisi formal dalam hirarki organisasi.
2.      Personal power (kekuasaan pribadi), yaitu daya tarik dari pribadi seseorang yang dapat menimbulkan kesadaran pengikut untuk menerima, mengakui dan mengikutinya karena dirasakan baik dan benar.

Pembahasan
3.3.1    Bagaimana hakekat menjadi seorang pemimpin
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :
Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
a. Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
b. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
c. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
a. Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
b. Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
3.3.2    Kepemimpinan Kepala Bagian Keuangan SETDA Kota Cimahi
Ada banyak macam gaya kepemimpinan, setiap pimpinan menerapkan derajat yang berbeda sehingga tipologi gaya kepemimpinan dapat diklafikasi atas :
1. Gaya Kepemimpinan Otokratik, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia rendah.
2. Gaya Kepemimpinan Direktif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia sedang.
3. Gaya Kepemimpinan Konsultatif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia cukup tinggi.
4. Gaya Kepemimpinan Demokratik atau Partisipatif, jika orientasi tugas tinggi dan orientasi hubungan manusia tinggi.
Dari hasil analisis kelompok kami dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala bagian keuangan setda kota cimahi adalah :
Gaya kepemimpinan demokratik atau partisipatif. Ini dapat dilihat dari bagaimana kepala bagian keuangan setda kota cimahi dalam memimpin tidak hanya mementingkan kepentingannya pribadi melainkan selalu berkomunikasi secara 2 arah dengan para bawahannya.
Ini juga dapat dilihat dari hasil wawancara kelompok kami dengan para pegawai di bagian keuangan setda kota cimahi dimana hapir seluruh pegawai mengatakan bahwa kepemimpinan kepala bagian keuangan setda kota cimahi.

Rabu, 11 Mei 2011

TEKNOLOGI INFORMASI ADMINISTRASI. E-GOV

PENGERTIAN E-GOV
E-Gov adalah penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (teknologi informasi) untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam hubungannya dengan masyarakat, komunitas bisnis, dan kelompok terkait lainnya menuju good governance.

TUJUAN E-GOV
1.        Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang memiliki kualitas dan lingkup yang dapat memuaskan masyarakat luas
2.        Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha
3.        Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara
4.        Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien

TAHAPAN-TAHAPAN E-GOV     

Menurut World Bank
Menurut Gartner
Menurut UN

Tahap 1 : Publish
Tahap 1 : Presence
Tahap 1 : Emerging
Tahap 2 : Interact
Tahap 2 : Interaction
Tahap 2 : Emanced
Tahap 3 : Transact
Tahap 3 : Transaksi
Tahap 3 : Interactive

Tahap 4 : Transformasi
Tahap 4 : Transaksi


Tahap 5 : Seamles